<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Enth's Weblog</title>
	<atom:link href="http://enth.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://enth.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 26 Sep 2007 22:20:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='enth.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Enth's Weblog</title>
		<link>http://enth.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://enth.wordpress.com/osd.xml" title="Enth&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://enth.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Aturan Perampok untuk Pengemis</title>
		<link>http://enth.wordpress.com/2007/09/26/aturan-perampok-untuk-pengemis/</link>
		<comments>http://enth.wordpress.com/2007/09/26/aturan-perampok-untuk-pengemis/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Sep 2007 22:13:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>enth</dc:creator>
				<category><![CDATA[wasiat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enth.wordpress.com/2007/09/26/aturan-perampok-untuk-pengemis/</guid>
		<description><![CDATA[Aturan Perampok untuk Pengemis         sejak zaman muda masih kos dulu, saya memang tidak suka ngasih apa-apa kepada pengemis. Alasan saya dua. Pertama, saya tidak setuju sehingga tidak suka bahwa manusia kok mengemis. Kedua, kalau ada orang mengemis kepada saya, selalu saya merasa terganggu, bahkan terteror. Sejak beberapa puluh meter sebelum saya berpapasan dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enth.wordpress.com&amp;blog=1746927&amp;post=6&amp;subd=enth&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:center;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;">Aturan Perampok untuk Pengemis</span></strong><strong><span dir="rtl" style="font-size:14pt;"></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span dir="rtl"> </span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span><span>        </span>        sejak zaman muda masih kos dulu, saya memang tidak suka ngasih apa-apa kepada pengemis. Alasan saya dua. Pertama, saya tidak setuju sehingga tidak suka bahwa manusia kok mengemis. Kedua, kalau ada orang mengemis kepada saya, selalu saya merasa terganggu, bahkan terteror. Sejak beberapa puluh meter sebelum saya berpapasan dengan orang itu, sudah terbersit di hati bahwa saya akan memberinya uang. Tapi, ketika mendekat lantas dia menadahkan tangan mengemis kepada saya, terus terang saya langsung drop kehilangan semangat untuk memberi.<span dir="rtl"></span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span dir="rtl"> </span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span><span></span>                Saya ini berniat memberi, jangan dimintai. Kalau memberi karena diminta apa hebatnya, tapi kalau tidak diminta kita tetap memberi: itu baru nikmat.<span dir="rtl"></span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span dir="rtl"> </span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span><span>        </span>        Tak ada hak saya untuk tidak suka kepada pengemis atau kepada siapa dan apa pun saja, karena mereka semua ciptaan Tuhan &#8211;mana berani saya tak menyukai karya Allah. Dalam menjalankan kehidupan ini, untuk perjalanan pribadi, keluarga, grup, kelompok, komunitas, dan apa pun yang terkait dengan pribadi saya, sungguh-sungguh tidak boleh ada pengemisan, proposal, iklan, promosi, menawarkan diri, mengajukan diri, mencalonkan diri, atau apa pun saja yang ada frekuensi kepengemisannya.<span dir="rtl"></span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span dir="rtl"> </span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span><span>        </span>        Tuhan menghijrahkan saya diangkut oleh kelompok musik Kiai Kanjeng ke lebih dari 30 kota besar dunia tanpa didahului melamar, memamerkan diri, &#8220;Ini kami, hebat lho&#8230;!&#8221;, proposal, atau apa pun, juga tanpa sponsor. Yang berlangsung hanya empati nilai, perhubungan kemanusiaan, kemesraan persaudaraan, persambungan ilmu, penyatuan cinta. Adapun uang, fasilitas, dan maintenance setiap perjalanan hijrah hanya sertaan otomatik dari gairah kasih sayang kehidupan.<span dir="rtl"></span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span dir="rtl"> </span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span><span>        </span>        Kita hidup karena disuruh hidup oleh Yang Berhak (Haqq). Saya berjalan karena diperkenankan berjalan oleh yang layak logis legal untuk memperkenankan saya berjalan. Nikah, hamil, beranak-pinak karena penyatuan cinta, bukan melamar dan dilamar. Saya tidak sanggup merencanakan dan melamarkan apa-apa atas kehidupan. Tidak ada karier, tidak ada masa depan, yang ada hanya perkenan: kalau di depan hidung disodorkan sawah, kita mencangkul, mempelajari tanah, sawah, tanaman, cuaca, musim.<span dir="rtl"></span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span dir="rtl"> </span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span><span>        </span>        Tak ada permusuhan, yang ada hanya kasih sayang yang melahirkan perkenan. Yang berkenan adalah yang memiliki Haqq untuk memperkenankan. Masuk lumpur Sidoarjo tidak karena membela rakyat atau siapa pun, tapi karena didatangi mandat tertulis hitam atas putih legal formal, dan melangkah hanya sebatas koridor pemandatan &#8211;persis sebagaimana hidup ini sendiri. Kalau telah tiba kaki di batas maut, kematian sungguh tak pernah menunggu dilamar, sehingga kehidupan pun berlangsung tidak karena dilamar.<span dir="rtl"></span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span dir="rtl"> </span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">        Mungkin karena itu, saya tidak punya keberanian memaknai kata &#8220;doa&#8221; sebagai permohonan, permintaan, mengemis kepada Allah, meskipun Allah sangat mendengarkan orang yang memohon kepada-Nya. Saya mengambil dimensi lain dari kata &#8220;doa&#8221;. Da&#8217;a dan yad&#8217;u itu memanggil, du&#8217;a atau da&#8217;wah itu panggilan. Da&#8217;wah bermekanisme horizontal: menganjurkan, menyarankan, mengingatkan. Du&#8217;a atau doa itu vertikal.<span dir="rtl"></span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span dir="rtl"> </span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span><span>        </span>        Tentu saja bukan posisi kita untuk memanggil Allah. Yang agak mendekati tepat adalah menyeru, menyapa&#8230;. Berdoa adalah menyapa Allah. Kita sapa Dia karena Dia tahu persis apa yang kita perlukan dari-Nya. &#8220;Menyapa&#8221; itu statusnya &#8220;memberi&#8221;, maka lebih potensial untuk dibalas pemberian oleh Allah. Sedangkan &#8220;memohon&#8221; itu, ya, &#8220;minta&#8221;, potensi untuk diberi lebih kecil dibandingkan dengan menyapa. Sebagaimana kalau thawaf saya beraninya menjauh-jauh dari Ka&#8217;bah, karena tahu diri ini kotor tak terkira. Kalau lancang mendekat-dekat, saya takut Allah memelototiku sebagai manusia tak tahu diri, GR, merasa bersih, merasa pantas dekat-dekat ke rumah-Nya.<span dir="rtl"></span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span dir="rtl"> </span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span><span>        </span>        Maka, tak ada nabi yang pernah punya statemen bahwa dirinya baik. Adam AS menyebut dirinya zalim, juga Yunus. Muhammad SAW menangis dalam sujudnya tiap malam meskipun secara objektif ia hampir tak berdosa, tak memberi hak sedikit pun dalam hidupnya kepada kerakusan, kesombongan, hedonisme, bahkan kepada kekayaan. Allah menyediakan baginya gunung emas dan jabatan Nabi yang Raja, mulkan-Nabiyya, tapi ia memilih menjadi &#8216;abdan-Nabiyya: Nabi yang Jelata.<span dir="rtl"></span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span dir="rtl"> </span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span><span>        </span>        Muhammad memilih kemiskinan, meskipun menolak kefakiran. Nabi Khidlir hadir kepadamu dengan suatu jenis performance yang kau benci, kau usir, kau tolak tadahan tangannya. Gus Rur Tjurahmalang di masa lalu dalam setahun berbulan-bulan pergi menyusur jalanan berpakaian pengemis. Allah menyatakan kalimat yang tak perlu ditafsirkan: &#8220;Yang kau buang-buang itu bisa jadi baik bagimu, yang kau junjung-junjung itu bisa jadi mencelakakanmu.&#8221;<span dir="rtl"></span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span dir="rtl"> </span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span><span>        </span>        Tentu saja Muhammad atau Gus Rur berbeda dengan sindikat pengemis dengan jaringan organisasi luas yang mengerahkan pasukan-pasukan taipan ke tepian dan perempatan-perempatan jalan. Berbeda dengan orang-orang dusun yang punya sawah tapi mencari tambahan penghasilan dengan mengemis. Berbeda dengan berbagai macam jenis dan latar belakang sosiologis kaum pengemis yang pada suatu hari melahirkan aturan yang melarang mereka mengemis dan melarang orang memberinya sesuatu.<span dir="rtl"></span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span dir="rtl"> </span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span>&#8220;Jangan kasih duit itu pengemis. Tidak mendidik!&#8221; kata Fulan.<span dir="rtl"></span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span dir="rtl"> </span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span>&#8220;Saya ndak bisa mendidik, bisanya ngasih,&#8221; kata Polan, &#8220;Daripada ngasih enggak, mendidik juga enggak&#8230;.&#8221;<span dir="rtl"></span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span dir="rtl"> </span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">Emha Ainun Nadjib<span dir="rtl"></span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">Budayawan<span dir="rtl"></span></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span><span dir="ltr"></span>[Kolom, Gatra Nomor 45 Beredar Kamis, 20 September 2007</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/enth.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/enth.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/enth.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/enth.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/enth.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/enth.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/enth.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/enth.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/enth.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/enth.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/enth.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/enth.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/enth.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/enth.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/enth.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/enth.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enth.wordpress.com&amp;blog=1746927&amp;post=6&amp;subd=enth&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enth.wordpress.com/2007/09/26/aturan-perampok-untuk-pengemis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6009961d496314a1286d2b7c78e507df?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">enth</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PEPERANGAN DALAM ISLAM</title>
		<link>http://enth.wordpress.com/2007/09/26/peperangan-dalam-islam/</link>
		<comments>http://enth.wordpress.com/2007/09/26/peperangan-dalam-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Sep 2007 22:03:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>enth</dc:creator>
				<category><![CDATA[tulisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enth.wordpress.com/2007/09/26/peperangan-dalam-islam/</guid>
		<description><![CDATA[PEPERANGAN DALAM TUBUH ISLAM Agama islam diturunkan oleh Allah SWT sebagai jalan yang lurus bagi kehidupan manusia, sebagai lampu pelita penerang jalan gelapnya kehidupan. Kemelut pergulatan individualisme manusia yang begitu jelas kita lihat membuat islam sebagai solusi atau obat terbaik bagi kedamaian umat manusia. Islam tidak pernah mengajarkan untuk bertindak kekerasan kecuali kalau musuh menyerang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enth.wordpress.com&amp;blog=1746927&amp;post=5&amp;subd=enth&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>PEPERANGAN DALAM TUBUH ISLAM</strong></p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-right:1.3pt;text-align:justify;text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">Agama islam diturunkan oleh Allah SWT sebagai jalan yang lurus bagi kehidupan manusia, sebagai lampu pelita penerang jalan gelapnya kehidupan. Kemelut pergulatan individualisme manusia yang begitu jelas kita lihat membuat islam sebagai solusi atau obat terbaik bagi kedamaian umat manusia. Islam tidak pernah mengajarkan untuk bertindak kekerasan kecuali kalau musuh menyerang terlebih dahulu tetapi dalam pembalasan itu di afdholkan untuk memaafkan musuh seperti yang di lakukan oleh nabi Muhammad SAW dalam penaklukan kota makkah, kota yang telah menganiaya dia dan sahabatnya dengan sangat kejam hanya di beri maaf oleh Rosululloh dalam penaklukannya.</p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-right:1.3pt;text-align:justify;text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">Tetapi dengan usulan diatas kita dapati banyak sekali peperangan di antara kaum muslim sendiri. Seperti yang kita lihat dalam <em>harbul jamal </em>atau perang onta di dalam masa pemerintahan kholifah Ali ra, atau peperangan perebutan dinasti antara <em>Dinasti Abbasiah </em>dan <em>Dinasti Umawiyyah</em>, serta peperangan yang lain yang terjadi antara muslim sendiri.</p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-right:1.3pt;text-align:justify;text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">Menurut ajaran islam yang di ajarkan oleh Rosululloh SAW maka sangatlah tidak cocok dengan kejadian di atas. Rosululloh mengajarkan agar saling bersatu bagi umat islam bahkan untuk berinteraksi dengan kamu <em>dzimmi </em>beliau melarang untuk menganiaya mereka dan mewajibkan ummat islam untuk melindungi mereka.</p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-right:1.3pt;text-align:justify;text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">Ustadz Imam Muhammad Abduh memaparkan dalam bukunya yang berjudul <em>Aislam<span>  </span>wa annasroniya baina ilm wal madaniyah</em> bahwa peperangan yang terjadi diantara ummat islam hanya lah terjadi dalam sebab politik belaka. Peperangan dalam islam yang di arahkan kepada ummat islam oleh kaum non muslim sebagai peperangan agama sebenarnya bukanlah seperti apa yang mereka katakan. Peperangan ini bukan disebabkan atas penindasan pemikiran atau kebebasan tetapi peperangan ini hanya di sebabkan oleh politik belaka.</p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-right:1.3pt;text-align:justify;text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">Ustadz Imam Muhammad Abduh mengambil contoh seperti pengeksekusian Al-halaj. Pengeksekuksian ini bukanlah dikarenakan penindasan pemikirannya yang bersifat radikal tapi ternyata diketahui bahwa antara al-halaj dan al-jabani pemimpin sekte Koromitoh terdapat perjanjian untuk menggulingkan pemerintahan seperti yang telah disebutkan oleh Imam Alharomain dalam bukunya <em>Assyamil</em>.</p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-right:1.3pt;text-align:justify;text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">Dan juga bukan peperangan yang terjadi antara ummat kristiani yang begitu lama antara mereka sendiri.</p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-right:1.3pt;text-align:justify;text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">Peperangan-peperangan yang terjadi dalam tubuh islam ternyata bukan disebabkan masalah perbedaan definisi ketuhanan atau semisalnya tapi ternyata lebih bersifat politik atau bahasa kasarnya bersifat perebutan kekusaan.</p>
<p class="MsoNormal" dir="ltr" style="margin-right:1.3pt;text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">        Maka sebab itu sangatlah tidak cocok jika peperangan dalam islam yang terjadi antara ummat islam disebabkan ada sesuatu yang salah dalam &#8220;ajaran islam&#8221;, karena islam tidak pernah mengajarkan kepada ummat islam untuk saling bertengkar. Karena di dalam hati ummat islam terdapat &#8220;Ukhuwah Islamiyah&#8221;.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/enth.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/enth.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/enth.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/enth.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/enth.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/enth.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/enth.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/enth.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/enth.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/enth.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/enth.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/enth.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/enth.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/enth.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/enth.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/enth.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enth.wordpress.com&amp;blog=1746927&amp;post=5&amp;subd=enth&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enth.wordpress.com/2007/09/26/peperangan-dalam-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6009961d496314a1286d2b7c78e507df?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">enth</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>FITRAH MANUSIA</title>
		<link>http://enth.wordpress.com/2007/09/20/fitrah-manusia/</link>
		<comments>http://enth.wordpress.com/2007/09/20/fitrah-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Sep 2007 20:54:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>enth</dc:creator>
				<category><![CDATA[tulisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enth.wordpress.com/2007/09/20/fitrah-manusia/</guid>
		<description><![CDATA[FITRAH MANUSIA &#160; Di dalam kehidupan, sering kita dapatkan perbedaan agama. Bahkan di indonesiapun kita mendapatkan perbedaan agama. Kita dapat kan bermacam - macam agama dari mulai Islam, Kristen, Budha, Hindu dan sebagainya. Factor terbesar dari sekian factor yang menyebabkan perbedaan ini adalah lingkungan di mana seseorang itu tumbuh. Dalam sebuah hadist yang di riwayatkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enth.wordpress.com&amp;blog=1746927&amp;post=4&amp;subd=enth&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" align="center"><strong>FITRAH MANUSIA</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">Di dalam kehidupan, sering kita dapatkan perbedaan agama. Bahkan di indonesiapun kita mendapatkan perbedaan agama. Kita dapat kan bermacam -<span>  </span>macam agama dari mulai Islam, Kristen, Budha, Hindu dan sebagainya. Factor terbesar dari<span>  </span>sekian factor yang menyebabkan perbedaan ini adalah lingkungan di mana seseorang itu tumbuh.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">Dalam sebuah hadist yang di riwayatkan dari Abi Hurairah ra dikatakan bahwa tidak ada <span> </span>anak manusia yang lahir kecuali hanya dengan fitrah yang telah di fitrahkan kepadanya, maka para orang tua merekalah yang membuat mereka beragama tauhid, atau beragama nasrani, atau beragama majusi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">Para ulama mengatakan bahwa yang di maksud dengan fitrah di dalam hadist ini adalah adalah agama yang lurus atau agama yang bersih atau dengan kata lain sebuah fitrah yang berarti agama yang dengannya di tutuplah agama-agama langit yaitu agama Islam. Fitrah ini di letakkan oleh Allah SWT dalam setiap diri anak yang baru lahir.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;text-indent:18pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">Kemudia di dalam hadist itu disebutkan tentang besarnya pengaruh lingkungan terhadap diri seseorang. dimana seseorang akan berubah hanya dengan pengaruh lingkungan di sekitarnya. Di dalam sebuah buku pendidikan diterangkan bahwasaannya ada tiga factor yang menjadi guru bagi seorang manusia yaitu:</p>
<ol>
<li class="MsoNormal">Orang tua.</li>
<li class="MsoNormal">Sekolah.</li>
<li class="MsoNormal">Lingkungan.</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">Dengan kata lain manusia akan belajar dalam hidupnya hanya dengan 3 faktor diatas. Diterangkan dalam hadist diatas bahwasaannya orang tua lah yang akan membuat anak beragama islam, Kristen, majusi dll. Disini kita dapatkan bahwa sebagian penyebab beragama karena taklid. Di dalam tafsir Almannar disebutkan bahwa jikalau para manusia di lepaskan dari belenggu taklid atau hidup hanya dengan fitrah mereka tanpa taklid yang mencengkeram mereka maka niscaya mereka akan mengikuti ajaran Islam atau pentauhidan tuhan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">Contoh dari adanya fitrah dalam diri manusia dapat kita lihat dalam petualangan nabi Ibrahim as untuk mencari tuhannya. Dimana ia melepaskan segala bentuk taklid yang ada di sekitarnya dan memulai dengan menggunakan akalnya dalam menemukan tuhan yang maha besar dan maha kuasa. Ketika dia melihat kaumnya dalam penyembahan berhala yang ia pikir tidak dapat memberikan manfaat atau kerusakan, maka akalnya mengingkari akan adanya tuhan seperti itu. Maka ia pun terus mencari sampai ia menemukan bahwa Allah lah tuhan yang patut untuk di sembah. Ini semua karena fitrah yang telah ada dalam dirinya semenjak ia dilahirkan dari rahim ibunya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">Jika kita dapatkan orang mengatakan &#8220;kamu islam karenan bapakmu&#8221; memang betullah ucapan itu. Karena kalau kita merujuk pada hadist diatas maka kita akan mendapatkan bahwa bapak-bapak kitalah yang memubuat kita seperti ini. Dan perlu di ingat bahwa itu adalah sebagaian nikmat Allah SWT atas hambanya yang harus kita syukuri. Jikalau orang-orang yang bukan beragama islam mau melepaskan taklid yang membelenggu mereka dan kembali ke dalam fitrah mereka masing-masing maka mereka tidak akan pernah ragu lagi untuk masuk kedalam agama yang di ridhoi Allah dan agama itu adalah agama Islam. Karena Agama islamlah agama yang di ridhoi Allah SWT.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/enth.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/enth.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/enth.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/enth.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/enth.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/enth.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/enth.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/enth.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/enth.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/enth.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/enth.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/enth.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/enth.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/enth.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/enth.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/enth.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enth.wordpress.com&amp;blog=1746927&amp;post=4&amp;subd=enth&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enth.wordpress.com/2007/09/20/fitrah-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6009961d496314a1286d2b7c78e507df?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">enth</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>jiwa persatuan dan rasa keagamaan</title>
		<link>http://enth.wordpress.com/2007/09/19/jiwa-persatuan-dan-rasa-keagamaan/</link>
		<comments>http://enth.wordpress.com/2007/09/19/jiwa-persatuan-dan-rasa-keagamaan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Sep 2007 02:25:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>enth</dc:creator>
				<category><![CDATA[wasiat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://enth.wordpress.com/2007/09/19/jiwa-persatuan-dan-rasa-keagamaan/</guid>
		<description><![CDATA[        Pikiran, keinginan, dan kehendak untuk bersatu, bersaudara, dan bekerjasama dengan orang dan golongan lain sudah menjadi tabiat manusia hidup. Buktinya terlihat dalam kenyataan hidup bahwa urusan, mulai dari yang kecil sampai kepada yang besar, tidak akan dapat dilaksanakan kecuali dengan persatuan, persaudaraan, pemusatan tenaga, dan bekerjasama antara beberapa bangsa. Setelah Perang Dunia II [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enth.wordpress.com&amp;blog=1746927&amp;post=3&amp;subd=enth&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">        Pikiran, keinginan, dan kehendak untuk bersatu, bersaudara, dan bekerjasama dengan orang dan golongan lain sudah menjadi tabiat manusia hidup. Buktinya terlihat dalam kenyataan hidup bahwa urusan, mulai dari yang kecil sampai kepada yang besar, tidak akan dapat dilaksanakan kecuali dengan persatuan, persaudaraan, pemusatan tenaga, dan bekerjasama antara beberapa bangsa.<br />
Setelah Perang Dunia II berakhir, tidak hanya harus ada persatuan antargolongan sebangsa dan seagama, tetapi juga harus ada persahabatan antarbangsa dan antarumat beragama jika benar-benar yang dicari adalah perdamaian dan keamanan.<br />
Kenyataan dewasa ini menunjukkan bahwa keperluan setiap bangsa tidak dapat diselesaikan dengan sempurna tanpa kerjasama dan saling menolong dengan negara atau bangsa lain, baik mengenai politik, ekonomi, maupun sosial; baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu, adanya rencana dan usaha pemusatan tenaga, persaudaraan, dan kerjasama sebangsa, khususnya yang seagama, bukan suatu teori filsafat, bukan pula angan-angan belaka melainkan suatu kenyataan yang telah ada, senantiasa hidup, dan disuburkan oleh tabiat manusia sendiri. Meskipun demikian, benih-benih perpecahan masih tetap ada, karena manusia ada tabiat takut, cemburu, ragu, mementingkan diri sendiri, serta beberapa tabiat hawa nafsu yang amat mudah menyebabkan perselisihan dan perpecahan. Dalam jiwa seperti itu seringkali perbedaan agama dan pendirian menjadi alat perpecahan, sehingga keutuhan persaudaraan manusia seagama dan sebangsa kadang-kadang terancam. Akibatnya, persaudaraan dan persatuan tadi hanya tinggal angan-angan atau impian belaka.<br />
Kita harus mencari obatnya. Kita tidak percaya bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan filsafat akan dapat mengalahkan dan menghilangkan atau menyembuhkan penyakit-penyakit yang menyebabkan perpecahan tersebut di atas. Memang ilmu pengetahuan dan filsafat semakin lama semakin maju. Akan tetapi, peperangan pun, seperti Perang Dunia, semakin lama semakin besar, dan berbagai kekuatan semakin kejam dan biadab, khususnya terhadap bangsa-bangsa yang lemah. Sehingga dapat kita katakan bahwa permusuhan dan perpecahan tidak mungkin akan hilang sama sekali. Paling, ia hanya dapat mereda atau intensitasnya berkurang. Namun, hal itu tidak berarti bahwa kita harus diam dan tidak berusaha. Kita tetap wajib berusaha untuk mencari jalan menghindarkan dan menghilangkan hal-hal yang menyebabkan perpecahan.<br />
Semua orang yang beragama dan semua bangsa Indonesia tentu senantiasa ingat bahwa semua agama mendorong umatnya untuk memercayai bahwa seluruh alam ini, termasuk Indonesia, dikuasai oleh Kekuasaan Yang Bijaksana, Adil, Yang Mengawasi segala niat hati manusia. Yang Menetapkan hukum baik dan buruk terhadap segala langkah dan maksud. Semua percaya pula bahwa kehidupan sekarang di dunia ini menuju kepada kehidupan pembalasan dan pertanggungjawaban di akhirat kelak.<br />
Demikian rasa keagamaan yang merupakan tabiat manusia sejak dititahkan Tuhan Yang Mahaesa di atas bumi ini, di atas alam Indonesia ini. Dampak, hasil, dan buah dorongan rasa keagamaan ini tidak akan kurang untuk mendorong manusia berbuat kebaikan dan menahannya dari berbuat kejahatan, yaitu kejahatan yang menyebabkan perpecahan, bahkan peperangan. Di dalam diri manusia harus ada rasa yang menguasai perbuatannya, yakni perasaan takut kepada Tuhan Allah Yang Mahaesa.<br />
Ahli pendidikan memang sering mengatakan bahwa dengan pendidikan manusia dapat berbuat baik karena tabiat baiknya, dan suka berbuat jahat karena tabiat jahatnya. Akan tetapi, manusia tetap akan memakai perasaan agamanya; ia akan tetap membutuhkan perasaan agama. Kembali kepada agama lebih dekat dan lebih mudah daripada kembali kepada selain agama yang mudah menimbulkan perpecahan, bahkan peperangan. Perasaan keagamaanlah yang dapat mengatasi kebanggaan dengan warna kulit, kekayaan, dan keturunan, serta menyembuhkan penyakit perpecahan yang kadang-kadang hanya disebabkan oleh perbedaan suku bangsa. Perasaan keagamaan dapat mengalahkan rasa dendam dan dengki, juga sifat terlalu mementingkan diri sendiri. Dengan perasaan keagamaan, jiwa manusia akan menjadi mulia, tertarik untuk mengetahui hakikat hidup, serta tidak suka membodoh dan berkeras kepala. Selanjutnya ia akan menjadi kuat untuk menerima persaudaraan dan persatuan sampai kepada persatuan antarbangsa. Dalam hal ini mungkin akan sukar dan jauh untuk mencapai sekadar yang dapat diterima oleh tabiat manusia.<br />
Barangkali orang akan berhenti berpikir apabila mengenang kekerasan, kekejaman, dan kebiadaban pada zaman dahulu yang diduga disebabkan oleh perselisihan agama. Karenanya, kita mungkin akan berputus asa untuk menghidupkan persaudaraan dan persatuan. Namun, rasa keagamaan memandang bahwa semua itu tidak sekali-kali disebabkan oleh agama, tetapi disebabkan oleh kemenangan kehidupan duniawi atas agama. Padahal agamalah yang seharusnya menentukan hukum kehidupan. Maka, perasaan agama harus berjalan di atas jalan yang jujur dan lurus, dan janganlah dalam perikehidupan ini kita akan membelokkan perasaan keagamaan ke arah jalan yang salah. Dengan perasaan keagamaan inilah kita harus berjalan, sehingga tercapailah segala cita-cita hidup kita yang suci.<br />
Bagi bangsa Indonesia, perasaan keagamaan ini masih tetap menjadi pedoman hidup serta paling besar pengaruh dan kekuasaannya atas jiwa rakyat. Tercantumnya dasar Ketuhanan Yang Mahaesa dalam Undang-Undang Dasar sungguh sesuai dengan perasaan keagamaan bangsa Indonesia. Oleh sebab itu, kekhawatiran akan timbulnya perpecahan atau perselisihan yang disebabkan oleh perbedaan agama tidak perlu ada. Apalagi mayoritas rakyat beragama Islam, sedang agama Islam tetap mengajarkan persaudaraan dengan mengingatkan bahwa semua manusia berasal dari satu ibu dan satu bapak, serta mengajarkan agar kita hidup saling mengenal dengan berbagai golongan atau bangsa. Ajaran bahwa yang paling mulia di antara kita ialah yang paling bertakwa kepada Allah mengharuskan kita untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap para penganut agama lain, kecuali dalam keadaan permusuhan.<br />
Di dalam al-Quran tertera firman Allah: &#8220;Hai segala manusia! Aku telah menjadikan kamu sekalian dari laki-laki dan perempuan; serta Aku jadikan berbangsa-bangsa dan bergolongan-golongan supaya kamu sekalian berkenal-kenalan. Sesungguhnya yang termulia pada Hadirat Allah itu ialah kamu yang terlebih takwa (bakti) kepada-Nya. Sesungguhnya Allah itu Maha Mengetahui lagi Bijaksana.&#8221; (QS al-Hujurat: 13).<br />
&#8220;Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil kepada orang-orang yang tidak memerangi kamu lantaran agama kamu dan tidak mengusir (mengeluarkan) kamu dari negeri kamu. Sesungguhnya Allah suka kepada orang-orang yang berlaku adil.&#8221; (QS al-Mumtahanah).<br />
Semua itu bukan angan-angan, melainkan suatu kenyataan yang telah dipraktikkan oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya, antara lain dengan dibolehkannya orang Islam kawin dengan perempuan yang beragama lain (ahli kitab) dengan memberikan kemerdekaan kepada perempuan tersebut di dalam agamanya.<br />
Sesungguhnya persaudaraan dengan perasaan keagamaan telah mendahului persaudaraan antara bangsa-bangsa yang ada di dunia. Maka, sekiranya persaudaraan (antara agama-agama) itu yang kita inginkan, baiklah kita semua kembali kepada perasaan keagamaan ini. Dengan kekuasaan perasaan keagamaanlah dasar tolong-menolong dan persaudaraan akan dapat dihidupkan, sebab di semua agama ada dasar yang kuat untuk menegakkan amal kebaikan dan menjadikan setiap individu bangsa Indonesia berjasa dalam menegakkan negaranya serta bergaul bersama saudara-saudaranya dengan baik.                                                 Kecintaan persaudaraan semacam itulah yang disukai oleh Tuhan Yang Mahaesa, Yang Maha Bijaksana, Yang Menghidupkan dan Yang Mematikan, Yang Menjadikan Tanah Air kita Indonesia dan alam semesta, serta Yang akan Membangkitkan hidup sesudah mati dengan kehidupan yang baik bagi yang berbuat baik.<br />
Baiklah diketahui bahwa bahaya yang mengancam kemanusiaan dan keadilan itu tidak akan datang dari perbedaan agama dan adanya bermacam-macam agama, tetapi dari ingkar akan agama atau jihad yang hanya mementingkan atau menyembah kebendaan serta mengejek dan merendahkan ajaran agama.<br />
Semua ahli agama, dari agama apa pun, harus selalu mengusahakan tercapainya dua tujuan sebagai berikut:<br />
Menghilangkan hal-hal yang melemahkan pengaruh keagamaan yang dapat merapatkan persaudaraan bangsa. Dalam hal ini, manusia terbagi menjadi dua. Pertama, orang yang kuat imannya dan dengan imannya itu ia kuat menahan dan menolak berbagai kejahatan. Kedua, orang yang lemah imannya atau orang yang keras dan gersang hatinya. Sebab-sebabnya ialah adanya pertentangan antara paham agama dan paham ilmu pengetahuan kebendaan, atau disebabkan keluarnya filsafat tujuan hidup ke arah yang terlalu jauh dari agama. Perlawanan dari ahli agama dengan cara yang kurang tepat menyebabkan pula makin dalamnya jurang perpecahan antara kedua belah pihak. Oleh sebab itu, semua ahli agama wajib bekerjasama dalam menguatkan hidupnya perasaan keagamaan, sehingga dapat mengisi jiwa mereka dengan rasa hormat kepada Allah dan kasih kepada hamba-hamba-Nya. Dan wajib berusaha meninggalkan kehormatan kedudukan agama dalam masyarakat dalam menghadapi arus kemajuan akal dan kemerdekaan pikiran. Dengan naiknya kehormatan kedudukan agama, maka nilai kemanusiaan dan keadilan akan terpelihara dari ancaman.<br />
Menjadikan agama sebagai suatu peraturan yang mendidik masyarakat dan budi pekerti yang utama sebagai undang-undang yang berlaku, sehingga ajaran itu membekas di dalam kehidupan masyarakat.<br />
Dengan tercapainya kedua tujuan di atas pelanggaran terhadap kemanusiaan dan keadilan akan berkurang dan persaudaraan kita akan berdekatan.<br />
Untuk lebih menguatkan persahabatan para ahli agama, baiklah senantiasa diingat bahwa kita senantiasa berhadapan dengan &#8216;kepalsuan&#8217; atas nama &#8220;peradaban&#8221;, &#8220;ketertiban&#8221;, dan &#8220;kemerdekaan&#8221;. Padahal sebenarnya adalah nafsu buas yang senantiasa hendak melanggar perikemanusiaan dan merusak kehalusan perasaan. Para ahli agama sering lengah atau khilaf dalam hal ini. Namun, tampaknya Tuhan Allah Yang Mahaesa tidak membiarkan kebiasaan buruk ini menjadi berlarut-larut, khususnya bagi bangsa Indonesia. Buktinya, semangat keagamaan dan semangat para ahli agama di negeri kita ini masih ada, sehingga masih amat besar harapan akan tercapainya segala maksud kita yang suci. Kita yakin bahwa persatuan tentu akan tercapai secara bulat, sehingga musuh tidak akan dapat mencari retak yang akan dimasukinya untuk memecah belah bangsa kita.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/enth.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/enth.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/enth.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/enth.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/enth.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/enth.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/enth.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/enth.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/enth.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/enth.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/enth.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/enth.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/enth.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/enth.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/enth.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/enth.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=enth.wordpress.com&amp;blog=1746927&amp;post=3&amp;subd=enth&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://enth.wordpress.com/2007/09/19/jiwa-persatuan-dan-rasa-keagamaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6009961d496314a1286d2b7c78e507df?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">enth</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
